Surat Gaius Pliny kepada Kaisar Trajan

27/01/2010

Adalah kebiasaan saya, Yang Mulia, untuk melaporkan pada paduka segala sesuatu manakala saya ragu-ragu, sebab siapakah yang bisa memberikan bimbingan yang lebih baik selain paduka atas ketidak-pastian saya atau mengajar saya mengatasi kebodohan?

Saya belum pernah menghadiri sidang-sidang yang mengadili orang-orang Kristen; karena itu saya tidak tahu perbuatan apa yang harus dihukum, atau seberapa besar hukuman yang harus dijatuhkan, atau apa yang harus diselidiki. Saya juga tidak yakin betul apakah usia bisa dijadikan dasar pembedaan, atau apakah orang yang masih belia harus diperlakukan sama dengan mereka yang lebih kuat; apakah mereka yang bertobat harus diampuni, atau apakah orang yang pernah menjadi orang Kristen tidak diberi hadiah setelah tidak lagi menjadi orang Kristen; terakhir, apakah nama [Kristen] itu sendiri harus dihukum bahkan meskipun tidak ada kejahatan, atau apakah hanya kejahatan-kejahatan yang dikaitkan dengan nama itu yang harus dihukum. Sementara itu saya mengikuti prosedur berikut ini terhadap orang-orang yang dituduhkan pada saya sebagai orang Kristen: saya tanyai mereka apakah mereka orang Kristen. Jika mereka mengaku, pertanyaan saya ulangi untuk kedua dan ketiga kalinya dan, lebih-lebih lagi, di bawah ancaman hukuman mati. Jika mereka tetap menyatakan diri orang Kristen, saya perintahkan mereka dieksekusi, sebab saya tidak ragu-ragu  bahwa, entah yang mereka akukan itu sebenarnya apa, kekerasan kepala mereka jelas pantas dihukum.

Ada beberapa orang lain, warga negara Roma, yang menunjukkan kegilaan yang sama, dan saya perintahkan mereka dikirim ke kota. Sebagaimana sering terjadi dalam penyidikan-penyidikan hukum, kejahatan itu menjadi semakin merajalela dan ada beberapa insiden khusus. Sebuah tuduhan anonim disampaikan kepada saya, dan tuduhan itu menuding sejumlah besar orang dengan menyebutkan nama-nama. Saya merasa bahwa saya harus membebaskan mereka yang menyangkal bahwa mereka orang Kristen atau pernah menjadi orang Kristen jika mereka bersedia mengikuti contoh yang saya berikan dengan mengelu-elu para dewa; jika mereka menyajikan persembahan dupa ratus dan anggur ke hadapan gambar paduka, yang saya perintahkan untuk dihadapkan untuk keperluan itu bersama dengan patung-patung para dewa; dan jika mereka menghojat Kristus sebagai gantinya. Konon mereka yang benar-benar Kristen tidak bisa dipaksa untuk melakukan hal-hal itu dalam keadaan apapun. Yang lain-lain, yang namanya dilaporkan oleh seorang informan, mula-mula mengatakan dirinya orang Kristen, tetapi tak lama kemudian ingkar, dengan mengatakan bahwa dahulu mereka Kristen tetapi sekarang sudah berhenti menjadi orang Kristen, beberapa mengatakan tiga tahun yang lalu, yang lain lebih lama lagi, dan beberapa lagi duapuluh tahun yang lalu. Semua orang itu menyembah gambar paduka dan patung-patung para dewa dan menghojat Kristus.

Mereka bersikeras menyatakan bahwa kesalahan atau kekeliruan mereka ada dalam hal ini: bahwa mereka mempunyai kebiasaan untuk berkumpul pada hari tertentu sebelum hari terang dan, secara bergantian dari satu orang ke orang lain, menyanyikan sebuah lagu pujian bagi Kristus seperti bagi seorang dewa. Mereka juga bergandengan tangan dan menyatukan diri dengan sebuah sumpah, bukan untuk melakukan kejahatan apapun, melainkan untuk tidak melakukan pencurian, perampokan, atau perjinahan, tidak untuk melanggar janji mereka, dan tidak untuk ingkar jika barang-barang yang dipercayakan kepada mereka diminta kembali. Setelah itu mereka melepaskan pegangan lalu menggerombol dan bersama-sama menikmati makanan yang rupanya biasa-biasa saja dan tidak mencurigakan. Tetapi bahkan hal itu mereka katakan sudah tidak mereka lakukan lagi sejak undang-undang yang saya berlakukan dalam mana, sesuai dengan perintah paduka, saya melarang perkumpulan-perkumpulan yang sifatnya tertutup.

Karena itu saya merasa penting sekali untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan jalan menyiksa dua orang gadis yang disebut gadis pelayanan. Tetapi saya tidak menemukan apa-apa, kecuali hanya sebuah kepercayaan klenik yang hina tetapi keras kepala. Karena itu saya menghentikan penyelidikan saya dan sekarang berpaling kepada paduka untuk memohon nasehat.

Saya merasa masalah ini perlu dikonsultasikan khususnya karena besarnya jumlah rakyat yang terancam bahaya. Sebab banyak orang, dari segala usia, dari segala tataran, dan dari segala jenis kelamin, sudah berada dalam bahaya, dan banyak lagi yang akan menghadapi bahaya. Kepercayaan klenik itu telah mewabah tidak hanya di kota-kota, tetapi bahkan ke desa-desa dan ke daerah-daerah pedalaman. Tetapi saya masih merasa mampu menghentikannya dan meluruskannya. Mengenai hal ini saya yakin betul bahwa orang-orang akan mulai mendatangi kembali kuil-kuil indah yang sekarang telah nyaris kosong, sehingga upacara-upacara suci yang telah lama terabaikan akan dipulihkan, sehingga makanan untuk hewan-hewan yang akan dikorbankan, yang sekarang nyaris tidak ada permintaan sama sekali, akan diperjual-belikan kembali. Dari sini jelas sekali bahwa bahwa banyak orang akan bisa dibawa ke jalan yang benar jika mereka diberi kesempatan untuk bertobat.

Balasan Kaisar Trajan kepada Gaius Pliny

Pliny Secundus, kamu telah mengikuti prosedur yang benar dalam memeriksa orang-orang yang dihadapkan kepadamu dengan tuduhan sebagai orang Kristen, sebab secara umum memang tidak ada peraturan yang bisa dibakukan secara jelas. Mereka tidak perlu diuber-uber. Yang dihadapkan padamu dan terbukti bersalah harus dihukum asalkan siapa pun yang ingkar bahwa ia orang Kristen dan benar-benar membuktikan hal itu dengan jalan menyembah dewa-dewa kita diampuni atas dasar pertobatan, biarpun masa lalunya mungkin terasa mencurigakan. Tetapi tuduhan-tuduhan anonim sebaiknya tidak ditindak-lanjuti dalam setiap kasus kriminal, sebab hal itu akan menjadi preseden yang sangat jelek dan tidak selaras untuk jaman sekarang ini.

Correspondence, Trajan with Pliny, Letters X.96 –97, A.D. 112.

Sumber: The Early Christians in Their Own Words. Eberhard Arnold. 1926.

Terjemahan: Bern Hidayat, 22 Januari 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: