Nasib Para Rasul

27/01/2010

oleh Wayne Blank

Sementara orang mungkin membatin betapa indahnya andaikata mereka termasuk orang-orang yang terpilih sebagai salah seorang rasul, atau menjadi Yohanes Pembaptis, atau menjadi salah satu dari orang-orang Kristen purba yang dahulu melihat dan mendengar Yesus Kristus dengan mata kepala sendiri. pastilah merupakan kehormatan dan kegembiraan luar biasa besar untuk berada di antara para perintis gereja.

Tetapi pengetahuan dan pemahaman menuntut tanggungjawab. Mereka diharapkan pergi ke seluruh penjuru dunia dan menjadi saksi aktif daripada apa yang mereka lihat dan dengar. Itulah tujuan mereka. Dalam iklim religius dan politis masa itu, dalam kebencian pada Tuhan yang membuat Yesus Kristus dibunuh (dan yang sampai sekarang masih belum berubah sama sekali), banyak dari mereka harus kehilangan nyawa.

Injil tidak mencatat apa yang terjadi pada semua rasul, meskipun ada rujukan-rujuan lain mengenai aktivitas-aktivitas mereka. Beberapa rujukan terdengar seperti dongeng, beberapa yang lain cukup bisa dipercaya. Dari sumber-sumber itu telah dibangun sebuah konsensus di antara para sejarawan .

Dari informasi yang kita punyai, kemungkinan besar Yohanes adalah satu-satunya rasul dari keduabelas rasul asli yang tidak tewas sebagai martir, setidak-tidaknya di usia muda. Tetapi ada kemungkinan lain: bahwa ia dibunuh setelah menulis Kitab Wahyu, yaitu ketika menghuni penjara di Roma.

YOHANES PEMBAPTIS dipenggal kepalanya oleh Herodes (Mateus 14:1-12).

STEFANUS: kisahnya didokumentasikan dengan sangat baik dalam Injil (Kisah bab 6-7). Secara umum ia dianggap sebagai martir Kristen pertama. Diperkirakan sekitar 2000 orang Kristen, bersama-sama dengan Nicanor, satu dari ketujuh diakon (Kisah 6:5), juga tewas sebagai martir dalam penganiayaan besar yang bergejolak tak lama sesudah Stefanus (Kisah 8:1).

YAKOBUS, SAUDARA YOHANES: “dibunuh dengan pedang oleh Raja Herodes” (Kisah 12:2).

FILIPUS: dilaporkan tewas sebagai martir di Heliopolis, di Phrygia. Ia digebuki secara kejam, dipenjara, dan belakangan disalib.

MATEUS:  mantan pemungut pajak itu dibunuh dengan halberd (tombak yang dilengkapi dengan kapak) di Nadabah.

YAKOBUS: dirajam batu dan digebuki sampai tewas di Yerusalem.

MATIAS: dirajam batu dan kemudian dipenggal kepalanya di Yerusalem.

ANDREAS SAUDARA PETRUS: dipaku di atas salib berbentuk X, yang dua kakinya ditanamkan di tanah. Dari sinilah muncul istilah “salib St Andreas.”

MARKUS: dilaporkan dicabik-cabik oleh massa di Alexandria setelah ia mengatakan pada mereka bahwa dewa mereka, sebuah patung yang diukir dari batu, adalah barang yang tidak berguna.

PETRUS: dilaporkan disalib terbalik (dengan kepala di bawah) dalam pemerintahan Kaisar Nero.

PAULUS: Dipenggal kepalanya, atau dicabik-cabik oleh binatang-binatang buas di arena, dalam pemerintahan Kaisar Nero.

JUDE (THADDEUS) SAUDARA YAKOBUS: disalib di Edessa.

BARTOLOMEUS:  disiksa dan disalib di India.

THOMAS: dilaporkan dibunuh dengan tombak di India.

LUKAS: Penulis Injil Lukas ini (dan kemungkinan besar juga Kisah Para Rasul) diceritakan meninggal pada usia tua, tetapi ada cerita lain yang menyatakan dia digantung di pohon zaitun di Yunani.

SIMON ORANG ZEALOT: melakukan lawatan ke banyak tempat, dan diyakini disalib di Inggris.

YOHANES: memelihara Maria ibu Yesus Kristus sesudah Penyaliban (Yoh 19:26-27). Belakangan ia menulis Kitab Wahyu selagi menghuni penjara di Patmos. Mungkin dia satu-satunya rasul yang luput dari kematian yang mengenaskan.

BARNABAS: diyakini dibunuh 10 tahun sesudah Paulus.

Sumber:  www.keyway.ca/htm

Terjemahan: Bern Hidayat, 12 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: