Matauang Shekel Tyrian dan Pajak Bait Allah

27/01/2010

Gordon Franz MA

Tulisan ini pertama-tama diterbitkan dalam Bible and Spade, Winter 2002.

Para pemerhati Injil tahu bahwa ada hubungan antara Bait Allah Yerusalem dengan kota Tyre. Hiram, raja Tyre, mengirimkan kayu-kayu cedar Lebanon, gelondongan-gelondongan kayu cypress, dan tukang-tukang ahli untuk membantu Raja Solomon membangun Bait Allah Pertama (1 Raja-raja; 2 Chr 2). Tetapi mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa ada hubungan antara kota Tyre dengan Bait Allah Kedua di Yerusalem—yaitu lewat mata-uang shekel Tyrian.

Setiap tahun setiap orang Yahudi yang berumur 20 tahun atau lebih membayar pajak Bait Allah sukarela sebesar setengah shekel ke Bait Allah Yerusalem. Pajak itu, yang dilembagakan oleh Musa (Ex. 30:11-16), dibayarkan dalam bentuk mata-uang satu shekel Tyrian (untuk pembayar pajak dan satu orang lain lagi), atau dalam bentuk mata-uang setengah shekel (untuk si pembayar pajak sendiri), dan ini berjalan sepanjang Bait Kedua berdiri (Mishnah Bekhoroth 8:7; Babylonian Talmud Kiddushin 11a).

Mata-uang shekel, dengan gambar kepala Melqarth-Herakles (seorang dewa kafir) yang mengenakan mahkota laurel di salah satu sisinya, dan gambar seekor garuda di sisi sebaliknya, berbobot 14,2 gram dan mengandung sedikit-dikitnya 94 persen perak. Koin-koin itu dicetak di Tyre antara 126/125 SEB sampai 19/18 SEB. Setelah pemerintah Romawi menutup tempat percetakan uang Tyre, koin-koin itu tetap dicetak di tempat yang tidak dikenal, yang diperkirakan di Yerusalem atau di dekatnya, antara 18/17 SEB sampai 69/70 EB. Para pencetak uang Yahudi mencetak koin-koin itu masih tetap dengan gambar kepala Melqarth-Herakles dan burung garudanya. Itu bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan (Ex 20:3, 4: Dt. 4:16–18; 5:8). Meskipun begitu para rabbi menyatakan bahwa mata-uang shekel itu adalah satu-satunya mata-uang yang bisa diterima di Bait Allah (Hendin 2001:420–29; 2002:46, 47). Para rabbi menyatakan bahwa perintah untuk membayar pajak Bait Allah sebesar setengah shekel  itu, dengan bobot dan tingkat kemurnian yang telah ditetapkan, adalah lebih penting daripada larangan tetang gambar kepala siapa atau apa yang seharusnya ditampilkan pada koin itu.

A Tyrian shekel, 116/115 BC. (Left) Obverse: Laureate head of
Melqarth-Herakles; (Right) Reverse: Eagle.

Mata-uang shekel Tyrian itu disebut-sebut sedikit-dikitnya dua kali dalam Perjanjian Baru. Ia pertama kali disebut-sebut dalam Mateus 17:24-27, ketika para pemungut pajak Bait Allah menanyai Petrus apakah ia dan gurunya membayar pajak Bait Allah. Petrus menjawab positif. Yesus, yang melihat adanya kesempatan untuk mengajarkan kebesaran Injil, mendemonstrasikan kerendahan hati dengan jalan membayar pajak Bait Allah untuk dirinya sendiri dan Petrus dengan sekeping satu shekel dari mulut seekor ikan (Franz 1997:81–87). Penyebutan yang kedua adalah dalam Mateus 26:14, 15, ketika Yudas mengkhianati Yesus demi imbalan 30 keping perak, yang kemungkinan besar berupa keping-keping shekel Tyrian dari Gedung Bendahara Bait Allah.

Bibliography

Franz, G.
1997 “Does Your Teacher Not Pay the [Temple] Tax?” (Mt 17:24–27). Bible and Spade 10:81–87.

Hendin, D.
2001 Guide to Biblical Coins, fourth edition. New York: Amphora.
2002 Tyre Coins and Graven Images. The Celator 16.2:46, 47.

Judul asli: The Tyrian Shekel and the Jerusalem Temple

Sumber:  http://www.biblearchaeology.org/bookstore/product.

Terjemahan:  Bern Hidayat, 10 Oktober 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: