Koin yang Mengubah Sejarah

27/01/2010

Koin yang Mengubah Sejarah

. . . . .Salah seorang yang memainkan peranan paling menentukan dalam kematian Yesus adalah Yudas  Iskariot, seorang rasul Yesus sampai pengkhianatannya pada Perjamuan Terakhir  dengan upah 30 keping perak.

Di jaman Yesus, koin yang beredar dan diakui secara paling universal adalah tetradrachm perak Yunani, yang secara literal berarti “empat drams.” Selama hampir 200 tahun, koin bersejarah itu dicetak di Tyre oleh orang-orang Punicia. Dari tahun 126 SEB sampai 70 EB, tetradram perak menjadi mata uang universal yang diterima di seluruh penjuru Kekaisaran Romawi. Tetradram perak ekuivalen dengan dollar Amerika dalam ekonomi global masa kini. Dalam nilai, satu koin tetradram kurang lebih setara dengan upah satu minggu untuk seorang pekerja terampil di masa itu.

Para pedagang uang Yahudi masa itu menyebut koin itu “shekel.” Bait Allah di Yerusalem hanya menerima shekel Tyre sebagai pembayaran pajak tahunan Bait Allah. Meskipun belum pernah dibuktikan secara definitif, diperkirakan Yudas menerima upah pengkhianatannya dalam koin shekel Tyre. Pada masa itu 30 shekel setara dengan upah setengah tahun bagi seorang pekerja terampil. Uang sebesar itu juga setara dengan harga seorang budak.

Sekarang para ahli Alkitab menyodorkan sebuah pandangan alternatif mengenai Yudas sebagai pengkhianat mata duitan. Jika Injil melukiskan Yudas sebagai orang yang senang duit, pandangan baru tentang Yudas mengisyaratkan bahwa mungkin dia mempunyai visi yang lebih besar daripada sekedar cari uang. Yudas mempunyai ambisi besar bagi dirinya maupun bagi Yesus. Ia percaya bahwa Yesus mustinya memimpin pemberontakan untuk menjatuhkan Roma. Jika menang, Yudas yakin Yesus akan memberinya posisi penting di jajaran pemerintahan. Karena ia sudah menjadi bendahara para rasul, mungkin Yudas membayangkan Yesus kelak akan menunjuknya sebagai menteri keuangan.

Tetapi dalam jam-jam sebelum pengkhianatannya, Yudas mulai merasa bahwa rencananya mungkin tidak akan terwujud. Di rumah Simon si penderita lepra, di mana murid-murid bermalam di Bethany, Maria mengeluarkan sebuah cawan alabaster penuh parfum mahal dan mulai mengurapi kaki Yesus sementara dia istirah di samping meja. Beberapa murid, termasuk Yudas, menjadi cemberut melihat apa yang mereka pandang sebagai pemborosan sumber-sumber itu.

Nilai moneter parfum itu setara dengan upah satu tahun kerja bagi seorang pekerja terampil. Jadi para murid menyarankan agar parfum itu dijual dan uangnya diberikan pada kaum miskin. Tetapi Yesus menegur mereka karena saran itu, sambil mengatakan bahwa Maria tengah mengurapinya sebagai persiapan pemakamannya, dan bahwa tindakannya yang lemah lembut akan dikenang sepanjang jaman setiap kali alkitab dikhotbahkan.

Sumber: pedagang uang kuno Universal Coin and Bullion

http://www.universalcoin.com

Terjemahan: Bern Hidayat, 8 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: