Kelompok Essenes dan Kitab Laut Mati

27/01/2010

Apa yang diungkapkan oleh penemuan gulungan-gulungan kitab itu mengenai Yudaisme abad pertama dan akar-akar Kristianitas?

L. Michael White:

Professor of Classics and Director of the Religious Studies Program University of Texas at Austin

PAGANISME DI DUNIA KUNO

Jika anda meninggalkan Yerusalem dan pergi ke selatan dan ke timur, ke arah Laut Mati, permukaan tanahnya berubah dengan cepat dan tajam. Secara bertahap anda keluar dari tebing bukit yang bergulung-gulung . . . .. ..  melewati jurang-jurang, dan tiba-tiba saja daerahnya menjadi gersang dan kosong. Kering. Gersang. Cuma batu karang. Dan kasar. Dan tiba-tiba saja, hanya dalam jarak 13 mil, seluruh permukaan bumi seakan terjun ke bawah—dari 3400 feet di atas permukaan laut ke hampir 1400 feet kaki di bawah permukaan laut—persis di permukaan Laut Mati. Di tebing kasar inilah, di pinggiran Laut Mati, dalam iklim yang gersang dan kosong inilah skrol Laut Mati diketemukan di situs yang dikenal sebagai Khirbet Qumran.  Gulungan-gulungan itu diketemukan, menurut ceritanya, yang sekarang banyak orang ketahui, oleh seorang anak gembala yang sedang mengembara bersama kambing-kambingnya dan, sebagaimana layaknya anak-anak, sambil melempari batu-batu di sebuah gua. Menurut cerita itu dia mendengar ada suara barang pecah, jadi dia masuk gua untuk menyelidiki, dan menemukan sebuah bejana keramik, yang ternyata ada gulungan-gulungan di dalamnya. Itu dibawa pulang dan akhirnya sampai ke pasar, dan baru belakangan itu diketemukan kembali dan dikenali sebagai Skrol Laut Mati.

Setelah penemuan pertama itu, sebelas gua lain diketemukan di Qumran. Dan sekarang ini penemuan-penemuan baru diharapkan masih akan terjadi lagi. Di antara gua-gua itu diketemukan, pada waktu itu, ribuan fragmen naskah dan sejumlah naskah yang lengkap, atau nyaris lengkap, dalam bentuk gulungan, dan disimpan dalam bejana-bejana itu. di antara tumpukan skrol yang sekarang kita sebut Skrol Laut Mati itu, ada tiga tipe materi yang berbeda-beda. Pertama, kita mendapatkan sekumpulan salinan-salinan dari Kitab-kitab Hibrani yang aktual. Jadi orang-orang ini adalah para penyalin kitab. Mereka melestarikan teks-teks Kitab itu sendiri. Kedua, ada komentar-komentar mengenai teks-teks alkitab itu. Tetapi komentar-komentar itu juga menunjukkan interpretasi mereka sendiri mengenai apa yang akan terjadi. Di sinilah kita mulai mendapatkan beberapa wawasan mengenai bagaimana kepercayaan orang-orang Essenes itu, dari cara mereka menginterpretasikan ramalan-ramalan Isaiah, atau ramalan-ramalan Habakkuk, maupun bagaimana mereka menginterpretasikan Torah sendiri. Jadi di antara gulungan-gulungan kitab itu sendiri kita mendapatkan set yang lengkap dari hampir semua kitab, dan komentar-komentar mengenai banyak di antara kitab-kitab itu. “Skrol Isaiah” juga sangat penting bagi kita untuk memahami interpretasi orang-orang Yahudi mengenai Alkitab dalam periode itu.

Tetapi materi tipe yang ketiga yang ditemukan di antara Skrol Laut Mati itu dalam beberapa hal memberikan wawasan yang paling menarik mengenai kehidupan komunitas yang tinggal di sana itu, sebab materi itu meliputi tulisan-tulisan mereka sendiri yang bersifat sektarian—atruan-aturan hidup mereka, buku doa mereka. Tercakup di situ adalah bukui aturan komunitas, atau kadang-kadang disebut “Manual Disiplin,” yang berbicara tentang bagaimana orang hidup dalam komunitas itu. aturan-aturan untuk orang yang ingin menyucikan diri dan menjadi bagian dari komunitas pilihan itu. kita juga mendapatkan apa yang kita sebut “Skrol Perang,” dan ini rupanya merupakan battle plan untuk peperangan yang akan terjadi di akhir jaman sekarang yang jahat ini. Dan karenanya ini adalah sesuatu yang benar-benar riil dalam benak mereka . . . . . bahwa akhir jaman yang akan segera tiba itu merupakan peristiwa kataklismik dalam pandangan mereka. Juga ditemukan apa yang kita sebut “Skrol Perunggu” —tulisan-tulisan dalam bahasa Hibrani yang ditorehkan pada perunggu yang lunak dan kemudian diplitur. Dan isi Skrol Perunggu itu merupakan sumber yang lebih menarik lagi bagi banyak orang, sebab orang-orang mengira itu mungkin peta harta karun yang dikuasai oleh orang-orang Laut Mati itu.

Siapa orang-orang Essenes itu?

Skrol Laut Mati biasanya diperkirakan diproduksi oleh sebuah kelompok yang dikenal dengan nama Essenes. Orang-orang Essenes secara literal meninggalkan Yerusalem, sambil memprotes cara Bait Allah dikelola. Jadi di sini ada kelompok yang pergi keluar ke padang pasir untuk menyiapkan jalan Tuhan, dengan mengikuti perintah-perintah nabi Isaiah—begitu pernyataan mereka. Dan mereka pergi padang pasir untuk menjauhi apa yang mereka pandang sebagai keduniawian Yerusalem dan keduniawian Bait Allah. Nah, orang-orang Essenes bukanlah kelompok baru di jaman Yesus.  Mereka sudah ada seratus tahun sebelum Yesus. Tetapi rupanya pemerintahan Herodes, dan yang lebih parah lagi pemerintahan anak-anaknya serta para procurator Romawi, barangkali memicu munculnya sebuah fase baru  dalam kehidupan komunitas Essenes, yang memuncak menjadi protes yang semakin menguat terhadap pemerintahan dan keduniawian Romawi.

Anda mengatakan mereka tengah menyiapkan jalan bagi Tuhan. Persisnya apa yang orang-orang Essenes itu persiapkan, dalam benak mereka?

Orang-orang Essenes adalah apa yang bisa kita sebut sebuah sekte apokaliptik dari Yudaisme. Sekte apokaliptik adalah sekte yang memandang dirinya sendiri, Pertama-tama, sebagai bentuk sejati agama mereka. Kenyataannya, itu adalah bagian dari terminologi mereka. Sekali lagi, dengan menggunakan nabi Isaiah, mereka menganggap diri mereka sendiri sebagai sisa-sisa yang benar. . . . . orang-orang terpilih. . . . . the elect. Tetapi mereka juga bersikap menentang mainstream . . . . . bagian terbesar dari kehidupan Yahudi, dan khususnya segala sesuatu yang berjalan di Yerusalem. Jadi mereka sektarian. Mereka separatis. Mereka adalah orang-orang yang menjauh.

Basis untuk pemahaman itu adalah cara mereka menginterpretasikan Alkitab. Mereka menginterpretasikan Alkitab, khususnya nabi-nabi, Isaiah, Torah sendiri, sedemikian rupa sehingga mengisyaratkan bahwa jalan Yudaisme tengah mengalami sebuah perubahan yang mendalam. “Banyak orang menjadi terlalu duniawi,” kata mereka. Sebagaimana mereka memahaminya, akhir dari jaman sekarang yang jahat itu tengah mendatangi mereka tanpa bisa dihentikan. Dan mereka ingin berada di pihak yang benar ketika akhir itu datang. Dalam pemahaman mereka, akan datang suatu hari ketika Tuhan kembali mengunjungi bumi membawa kekuasaan, dan dalam proses itu membangun sebuah kerajaan baru bagi Yudaisme. Itu akan seperti kerajaan David dan Solomon. Sebuah mentalitas “kembali ke jaman keemasan.” Dan ini adalah bagian dari alam pikiran apokaliptik.

. . . . .Skrol Laut Mati menunjukkan pada kita banyak hal tentang kepercayaan-kepercayaan orang-orang Essenes. Nah, secara tipikal kita menganggap bahasa kerajaan yang akan datang itu sebagai mencerminkan sebuah kepercayaan pada akhir dunia. . . . . sebagai akan segera terjadi pada mereka, entah dengan cara apa. Tetapi kenyataanya, bukan itu persisnya yang ada dalam benak mereka. Mereka menggunakan bahasa seperti “akhir” atau “hal-hal akhir” atau “hari-hari akhir,” tetapi yang mereka maksudkan dengan itu adalah bahwa jaman sekarang yang jahat itu akan segera berakhir. Nah, bahasa “saat akhir” itu adalah apa yang secara tipikal kita sebut “eschaton” atau “eschatology”. . . . . . “memikirkan tentang akhir.” Tetapi dalam eskatologi Yahudi masa itu, apa yang biasanya mereka bicarakan adalah akhir dari jaman sekarang yang jahat dan sebuah jaman keemasan yang akan datang . . . . . sebuah kerajaan baru.

Orang-orang Essenes mempunyai sudut pandang apokaliptik, dan mereka percaya bahwa sesuatu kerajaan baru akan segera datang. Apakah ini musti membawa-bawa seorang Messiah baru bersamanya?

Gagasan bahwa kerajaan yang akan datang selalu dibarengi dengan figur Messiah tidak sepenuhnya akurat untuk Yudaisme periode itu. Kita mendengar tentang beberapa kelompok, misalnya, yang mengharapkan perubahan yang akan segera datang, tetapi tidak pernah menyebut-nyebut Messiah, atau figur Messianik, sama sekali, entah sebagai figur pembebas, atau sebagai sesuatu figur yang datang dari surga. Jadi beberapa bentuk Yudaisme pada periode itu tidak pernah bicara tentang Messiah. Sebaliknya, di Qumran, di antara Skrol Laut Mati itu, kita mendengar bukan hanya tentang satu Messiah, tetapi sedikit-dikitnya dua Messiah. Beberapa dari tulisan-tulisan mereka berbicara tentang seorang Messiah David  yang merupakan figur seorang raja yang akan datang untuk memimpin pertempuran. Tetapi juga ada seorang Messiah Aaron, figur seorang imam, yang akan datang untuk mengembalikan Bait Allah di Yerusalem kesucian dan peribadahan Tuhan yang seharusnya. Selain kedua figur Messianik itu, kita juga mendengar tentang figur seorang nabi.

Dan dipandang dari pencarian Yesus historis, apa yang diceritakan oleh kisah tentang orang-orang Essenes itu pada kita. Kisah itu memberikan penerangan apa mengenai kehidupan dan jaman Yesus?

Penemuan Skrol Laut Mati itu, dan pengetahuan kita yang semakin berkembang mengenai komunitas Essenes yang memproduksi gulungan-gulungan kitab itu, memberi kita salah satu bukti maha penting mengenai kebhinekaan kehidupan dan alam pikiran Yahudi di jaman Yesus. Nah, kadang-kadang diisyaratkan bahwa Yesus sendiri, atau mungkin bahkan Yohanes Pembaptis, adalah anggota-anggota kelompok ini. Dan itu tidak dapat dibuktikan sama sekali. Tetapi apa yang ditunjukkan pada kita oleh orang-orang Essenes dan gulungan-gulungan kitab mereka adalah tantangan-tantangan yang bisa dihadapkan pada beberapa garis tradisional dari pemikiran Yahudi, dan bahkan operasi Bait Allah itu sendiri. Jadi jika salah satu dari perspektif-perspektif kita adalah bahwa ada ketegangan yang semakin meruncing di Yerusalem, orang-orang Essenes barangkali adalah contoh terbaik mengenai seberapa radikal jadinya kritik terhadap kehidupan Bait Allah itu.

Shaye I.D. Cohen:

Samuel Ungerleider Professor of Judaic Studies and Professor of Religious Studies Brown University

Siapa orang-orang Essenes itu?

Sebuah contoh yang bagus tentang sebuah kelompok yang memisahkan diri dari masyarakat luas dan menempatkan diri menentang Bait Allah di Yerusalem adalah orang-orang Essenes, atau mungkin anda akan menyebutnya orang-orang Kitab Laut Mati, komunitas Laut Mati, yang oleh kebanyakan pengkaji dianggap sebagai Essenes. Ini adalah kelompok orang-orang yang meninggalkan Yerusalem, yang pergi untuk hidup di padang pasir, untuk hidup merdeka, secara total terisolir dari orang-orang Yahudi lain, dari masyarakat, dan sebagaimana diungkapkan oleh kitab-kitab mereka, yang memandang diri mereka sendiri sebagai komunitas suci yang baru, yang menunggu waktu, ketika . . . . . Mereka membayangkan bahwa Bait Allah akan direkonstitusikan dan direkonstruksi dan dibangun kembali  . . . . . dan sebuah kelompok imam yang baru dan yang lebih baik akan mengambil alih Bait Allah di Yerusalem. Dan, sementara itu, sementara imam-imam jahat itu amsih ebrcokol di Yerusalem, mengikuti kalender yang keliru, mengikuti aturan-aturan penyucian yang keliru, dan mengimami secara tidak benar di hadapan Tuhan . . . . . . . sementara itu, kesucian yang benar-benar suci dan kekudusan yang benar-benar kudus hanya ada di antara mereka sendiri, dalam kom,unitas mereka sendiri, yang tinggal dekat Laut Mati itu. . . . . . Komunitas itu sendiri lalu menjadi bait pengganti . . . . .

Naskah-naskah yang kita sebut Skrol Laut Mati itu sangat, sangat bervariasi. Beberapa dari teks-teks itu nyaris bukan teks sektarian. Itu adalah teks-teks yang semua orang Yahudi bersedia terima, yang semua orang Yahudi pasti baca. Misalnya, kategori terbesar dari teks Laut Mati itu adalah teks yang anda dan saya sebut Biblical. Tidak seorang pun akan mengatakan Kitab Genesis adalah sebuah dokumen Qumran karena fragmen-fragmen Kitab Genesis ditemukan di antara gulungan gulungan kitab Qumran. . . . . . Jadi kita harus menyadari bahwa skrol Qumran itu mengandung aneka macam teks. . . . . dan kita tidak selalu bisa membedakan dengan jelas mana di antara teks-teks itu yang betul-betul merupakan hasil tulisan mereka sendiri.

SKROL PERANG

Apa harapan-harapan mereka mengenai apa yang akan terjadi?

Skrol Qumran itu mengungkapkan beberapa skenario yang berlainan mengenai akhir jaman.  Yang paling menonjol atau yang paling terkenal adalah skrol yang dijuluki Perang antara Anak-anak Terang melawan Anak-anak Kegelapan. Di mana Anak-anak Terang itu adalah mereka sendiri. Kelompok [Qumran] itu jelas terdiri dariAnak-anak Terang. . . . . Anak-anak Kegelapan adalah semua orang lain—orang-orang Yahudi, orang-orang non-Yahudi, imam-imam, orang-orang biasa, semuanya sama, dikelompokkan jadi satu di bawah kategori Anak-anak Kegelapan, dan pada suatu ketika akan terjadi sebuah pertempuran besar, sebuah perjuangan cataclysmic, bukan sekedar antara orang-orang dengan orang-orang, bukan sekedar antara bad guys dengan good guys,  seperti yang kita katakan di Amerika, tetapi juga antara kekuatan-kekuatan kosmis, kekuatan-kekuatan kosmis kejahatan dengan kekuatan-kekuatan kosmis kebaikan. Dan dalam pertempuran maha besar itu, malaikat-malaikat akan bertempur di pihak Anak-anak terang, melawan Anak-anak Kegalapan dan kekuatan-kekauatan kejahatan. Dan, ringkas kata, itu akan berakhir dengan kemenangan untuk Anak-anak Terang . . . . . Spa yang terjadi setelah peperangan itu, skrol itu tidak menerangkan dengan serinci atau sejelas seperti yang mungkin kita inginkan. Skrol-skrol lain mempunyai skenario-skenario yang berbeda atau gambaran-gambaran yang berbeda, yang meminimalisir aspek pertemopuran itu dan sebagai gantinya lebih menekankan aspek-aspek lain.

ATURAN KOMUNITAS

Apa yang diceritakan kitab Aturan-aturan Komunitas itu pada kita tentang bagaimana orang-orang dari komunitas itu menghayati hidup mereka?

Manual Disiplin itu adalah sebuah teks yang mengantisipasi sebuah komunitas yang hidup dalam isolasi yang nyaris total, sebuah komunitas yang swasembada, yang diatur dengan sangat ketat oleh sebuah Dewan Gubernur, atau sederetan pejabat yang saling tumpang tindih, yang mengatur komunitas di mana setiap orang harus patuh pada atasan mereka. Ada sumpah anggota. Itu mirip sekali dengan komunitas rahib atau monastik—habis, susah mencari istilah yang sepadan—sebuah komunitas yang tidak mempunyai private property atau sedikit sekali private property. Poin itu sendiri memang diperdebatkan dalam teks itu sendiri—tetapi setidak-tidaknya anda menyerahkan, kalau tidak semua, ya setidak-tidaknya sebagian dari property anda kedalam sebuah gentong komunitas. Nah, sebaliknya, komunitas itulah yang nanti akan mencari-cari anda dan memelihara anda. Jadi ini adalah sebuah komunitas di mana individu telah benar-benar lebur menjadi kelompok komunal. . . . . Seperti komunitas monastik, tidak ada milik pribadi. Dan yang paling menarik, di situ tidak ada perempuan, dan akibatnya yang ada hanya satu dua anak-anak. Itu adalah sebuah kelompok yang nyaris secara eksklusif terdiri dari para lelaki dewasa, yang akan melewatkan hidup mereka dengan mengikuti aturan-aturan kelompok dan melaksanakan prinsip-prinsip teologis serta kepercayaan-kepercayaan kelompok . . . . . .

SIGNIFIKANSI SKROL

[Apa signifikansi Skrol Qumran?]

Bahkan sebelum Skrol Qumran itu ditemukan, kita sudah tahu bahwa Yudaisme di jaman Yesus adalah fenomena yang sangat beraneka-ragam. Bagaimanapun juga, sejarawan Yahudi Josephus memberikan pada kita nama-nama Farisi, Saduki, dan Essenes. Kita tahu dari Perjanjian Baru tentang sebuah kelompok yang disebut Herodian—persisnya mereka seperti apa, kita tidak tahu, tetapi mereka memang ada. Teks-teks rabbinik menambahkan nama-nama kelompok lain, dan ketika perang mulai terlihat menggejala, di tahun 66, kita mendapatkan nama-nama sekian banyak kelompok lain . . . . . Plus, kita mendapatkan seribu satu literatur yang kaya dari periode itu . . . . . sehingga mustahil membayangkan bahwa semua itu berasal dari satu sumber tunggal, atau semua datang dari satu aliran tunggal atau satu kelas tunggal. Akibatnya, bahkan sebelum Skrol Qumran ditemukan, kita tahu atau bisa mengendus bahwa Yudaisme di abad pertama era kita adalah fenomena yang sangat kaya dan bervariasi. Skrol Qumran menunjukkan dengan jelas dan tidak ambigu kebenaran tentang hal yang sudah senantiasa kita rasakan atau intuisikan dengan sesuatu cara . . . . .

Skrol Qumran menunjukkan pada kita eksistensi sebuah sekte, sebuah kelompok yang memisahkan diri dari masyarakat luas, sebuah kelompok yang menempatkan diri menentang Bait Allah, institusi sentral dan tunggal dari Yudaisme. . . .., dan yang memandang dirinya sendiri sebagai penjaga segala sesuatu yang kudus dan sejati dan memandang semua Yahudi lain di luar sana, termasuk imam-imam, sebagai sebaik-baiknya keliru dan sejelek-jeleknya jahat, kelewat jahat. Itu adalah sesuatu yang sebelum penemuan itu tidak pernah kita lihat. . . . .

Skrol Qumran juga mengungkapkan seperangkat kitab-kitab baru yang sebelum itu tidak kita ketahui, atau yang kita ketahui tetapi hanya dalam fragmen-fragmen dan hanya dalam kutipan-kutipan, atau mungkin dalam versi-versi yang korup. Sekarang kita mendapatkan teks aslinya. Sekarang kita mendapatkan sebuah perpustakaan yang kaya, yang menunjukkan bahwa kebhinekaan adalah jauh lebih besar daripada yang pernah kita bayangkan, dan bahwa rentang kemungkinan-kemungkinan bagi Yudaisme abad pertama adalah jauh lebih besar daripada yang pernah kita perkirakan.

Lebih jauh mengenai Skrol Laut Mati, baca buku The Mystery and Meaning of the Dead Sea Scrolls tulisan Hershel Shanks; terjemahan-tejemahan Manual Disiplin dan Skrol Peperangan dengan komentar dari Michael Wise; dan Scrolls from the Dead Sea, pameran on-line gulungan kitab Qumran koleksi Library of Congress.

Judul asli: “The Essenes and the Dead Sea Scrolls”

Sumber: http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontline.

Terjemahan: Bern Hidayat, 11 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: