Kebijaksanaan Eksekusi Pliny

27/01/2010

Menandai awal-mula penindakan hukum Kekaisaran Romawi terhadap orang-orang Kristen.

L. Michael White:

Professor of Classics and Director of the Religious Studies Program University of Texas at Austin

PLINY YUNIOR

Tolong berikan sesuatu gambaran tentang balai pengadilan Pliny Yunior. Apa yang terjadi?

Sekitar tahun 112 terjadi sebuah peristiwa yang memunculkan tataran baru dalam sejarah Kristianitas purba. Kejadian itu di Provinsi Romawi Bithynia, di wilayah yang sekarang disebut Turki. Pada waktu itu ada seorang gubernur yang relatif masih hijau yang dikirim ke sana untuk mengganti gubernur lama. Namanya Pliny Yunior. Pliny adalah salah seorang bangsawan paling penting di generasinya. Dia berasal dari keluarga Romawi yang sudah sangat tua. Pamannya seorang ahli ilmu alam yang sangat terkenal, yang tewas dalam sebuah misi penyelamatan pada waktu Gunung Vesuvius meletup dan mengubur kota Pompeii dalam lava. Pliny sendiri waktu itu ada di sana. Ia memang sudah menyaksikan banyak hal. Belakangan ia dikirim oleh Kaisar Trajan untuk mengambil-alih provinsi Bithynia yang sedang dilanda sejumlah kesulitan administratif. Rupanya telah terjadi mismanajemen keuangan dan beberapa masalah lain, jadi berangkatlah Pliny ke sana. Ketika dia di sana, di antara masalah-masalah lain yang ia hadapi, ia menghadapi sebuah kasus hukum yang jelas memikat perhatiannya karena hal seperti itu belum pernah ia dengar. Padanya dihadapkan serombongan orang dekil yang oleh banyak orang dinyatakan “orang Kristen.”

Jadi kita harus membayangkan Pliny yang duduk sebagai seorang magistrat Romawi dengan segala busana kebesarannya, bersinggasana di tribunal didampingi para pengawalnya dan pejabat-pejabat pengadilan serta pejabat-pejabat istana, dan di hadapan dia berdiri orang-orang Kristen itu, dan Pliny sama sekali tidak mengerti siapa orang-orang itu, atau mengapa mereka diseret ke sana, atau apa yang harus ia tanyakan. Nah, rupanya dia dilapori bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang membuat tetangga-tetangga mereka marah besar. Para tetangga itu mengeluh bahwa kuil-kuil pada kosong dan tidak seorang pun membeli keperluan-keperluan tertentu untuk para dewa . . . . dan para pesakitan itu adalah orang-orang Kristen, jadi . . . dan sebagainya dan sebagainya. Pliny terpaksa menangani kejadian itu sebagai sebuah kasus kejahatan, sebagai sebuah masalah hukum yang belum pernah ia bayangkan.  Nah, apa yang dia lakukan adalah dia mulai menginterogasi mereka. Ia ceritakan bahwa dia menanyai mereka dan kemudian bahkan menyiksa beberapa dari rombongan Kristen itu, beberapa budak perempuan yang ia beri gelar “diakon” dan di bawah siksaan berusaha memaksa mereka mengakui beberapa dari kejahatan-kejahatan yang ia pikir mustinya terkait dengan rombongan itu. Dalam proses itu ia mendapatkan bahwa rombongan itu adalah rombongan yang mustahil merugikan orang lain. . . .  Katanya, “Yang aku temukan tidak lebih dari sebuah klenik yang tidak merugikan orang lain. Yang mereka lakukan juga tidak seberapa. Mereka berkumpul sebelum hari terang. Mereka menyanyikan lagu-lagu pujian secara antifonal, dan mereka memuja Kristus seakan-akan dia seorang dewa,” dan kemudian dia mengatakan, “Mereka mengangkat sumpah, tapi bukan sumpah untuk melakukan sesuatu yang jelek, melainkan sumpah untuk hanya menjadi orang baik. Untuk tidak menipu orang-orang. Untuk tidak melakukan apapun yang jahat,” dan sebagainya dan sebagainya, dan jelas lah, Pliny kebingungan mengenai apa sebenarnya kejahatan mereka, tetapi akhirnya ia sampai pada kesimpulan bahwa ia tetap harus mengeksekusi beberapa dari rombongan itu.

Nah, ini adalah kasus yang penting karena beberapa alasan. Salah satu alasan adalah bahwa untuk pertama kali itu kita mendapatkan seorang pejabat pemerintah Romawi mengakui orang-orang Kristen sebagai sebuah kelompok religius tersendiri di kekaisaran. Sebelum tahun 112, tidak satu orang pun pejabat Romawi pernah melakukan hal itu, dan rupanya sampai pada saat itu gerakan Kristen masih dipandang, setidak-tidaknya dari perspektif kaisar-kaisar dan pejabat-pejabat pemerintah Romawi, hanya sebagai salah satu bagian dari Yudaisme. Selain itu, karena gerakan itu dianggap sebagai bagian dari Yudaisme, Kristianitas dianggap dilindungi oleh status legal tradisi Yahudi dalam Kekaisaran Romawi. Jadi ketika kita menyaksikan Pliny membuat catatan tentang orang-orang Kristen sebagai sebuah kelompok tersendiri, hal itu sebenarnya menandai sebuah titik awal. . . . . sebuah perubahan dalam status Kristianitas. Baik dalam hubungannya dengan Yudaisme maupun dalam hubungannya dengan Kekaisaran Romawi. Ini adalah momen yang sangat penting dalam perkembangan legal Kristianitas purba di Kekaisaran Romawi. . . .

Nah, kita tahu mengenai situasi ini justru karena Pliny terpaksa menulis sepucuk surat tentang hal itu. Anda lihat, Pliny belum pernah mendengar tentang orang-orang Kristen dan dia belum pernah harus mengurusi kasus orang-orang Kristen, baik urusan legal atau bukan. . . . . Sekalipun begitu, Pliny menjadi sedikit nervous mengenai situasi itu sekalipun dia sudah mengambil tindakan hukum [dalam mengeksekusi orang-orang Kristen itu], dia merasa wajib menyurati kaisar, yang juga sahabat dekatnya, dan menceritakan padanya apa yang sudah dia lakukan, sebab itu kasus yang tidak biasa. Pemaparan-pemaparan Pliny sendiri masih tersimpan, ada pada kita, juga kumpulan surat-suratnya, sepucuk surat untuk Kaisar Trajan, dan kemudian jawaban Trajan padanya. Pliny menggambarkan situasinya. Dia katakan apa yang telah dia lakukan dan dia bertanya pada Kaisar, “Kau pikir aku sudah tangani itu dengan benar?” Kaisar kemudian balas menyurati, dan mengatakan, “Kayaknya okay bagiku, tapi jangan keluar nguber orang-orang Kristen itu, dan jika kamu disodori tuduhan-tuduhan anonim terhadap orang-orang, itu nggak perlu dianggap serius. Kita nggak ingin bikin preseden buruk di situ.” Jadi begitulah Pliny mendapatkan hak untuk bertindak persis seperti yang telah ia lakukan. Yaitu, mengeksekusi orang-orang karena mereka Kristen. Di pihak lain, hal itu juga menanamkan sebuah preseden hukum—dalam arti, mereka memang tidak keluar untuk menguber orang-orang Kristen, tetapi tetap menganiaya mereka setiap ada kesempatan.  Nah, sekalipun ini adalah kasus awal mula penindakan hukum terhadap orang-orang Kristen oleh Kekaisaran Romawi, harus dicatat bahwa itu bukanlah suatu pelarangan umum terhadap Kristianitas seakan-akan itu adalah agama yang illegal.

Jadi apa yang menjadi dasar hukum bagi tuduhan-tuduhan terhadap orang-orang Kristen ketika hal itu terjadi sebelum Pliny? Di sini ada dua kemungkinan. Pertama, ada beberapa kejahatan implisit yang dalam benak beberapa orang dikaitkan dengan nama Kristen dan karena itu ketika Pliny melakukan investigasi ia tidak henti-hentinya bertanya apakah ada tindakan-tindakan yang jahat yang mungkin mereka lakukan ketika orang-orang itu berkumpul waktu malam. Kemungkinan yang lain, yang mendatangkan kesulitan bagi orang-orang Kristen itu adalah kekerasan kepala mereka sendiri ketika menghadapi pengadilan kekaisaran. Itu adalah penolakan mereka untuk mempersembahkan korban di hadapan kaisar atau bahkan untuk memercikkan dupa ratus untuk mendoakan kaisar. Karena mereka tidak mau, mereka kemudian diperlakukan seperti pengkhianat negara. Dan kedua kemungkinan itu rupanya berjalan bersama-sama, sekalipun tidak satu pun dari keduanya benar-benar menetapkan sesuatu preseden legal terhadap orang-orang Kristen di setiap tempat. Rupanya itu adalah sebuah kasus tunggal dan terisolir, tetapi kasus yang belakangan menjadi sangat penting ketika kita memasuki abad ke-2 dan ke-3.

Sumber: http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontline.

Terjemahan:  Bern Hidayat, 15 November 2009.

Baca juga: korespondensi Pliny dengan kaisar Trajan mengenai status kriminal orang-orang Kristen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: