Agama-agama Kekaisaran

27/01/2010

Kekaisaran menyodorkan seribu satu pilihan agama: dewa-dewa Olympus, kultus-kultus misteri, dan dewa-dewi dari negeri-negeri asing.

Paula Fredriksen:

William Goodwin Aurelio Professor of the Appreciation of Scripture, Boston University

PAGANISME DI DUNIA KUNO

Paganisme adalah apa yang dilakukan oleh 90-sekian persen penduduk kawasan Laut Tengah. Orang-orang Yahudi menonjol karena minoritasnya; dan setiap orang melakukan banyak hal-hal lain. Paganisme sangat bervariasi. Dia lokal. Dia energetik. Dia mempunyai segala lapisan yang berlainan. Dewa-dewa menampakkan diri pada orang-orang secara rutin. Orang-orang senantiasa kontak dengan dewa-dewa mereka. Ada sebuah cerita menarik dalam Kisah Para Rasul, ketika Paulus dan, saya tidak ingat persisnya, Silas atau Barnabas, melakukan penyembuhan di sebuah kota, dan orang-orang yang menyaksikan dia melakukan hal itu lantas menyimpulkan bahwa Zeus dan Hermes telah datang ke kota. Dan imam-imam mulai menggiring keluar seekor hewan untuk disembelih dan dijadikan korban persembahan dan Paulus mengatakan, “No, no, no, no, no ….jangan. . . .ijinkan saya kasih penerangan.” Dan ia mulai bicara. Tetapi itu adalah barometer yang menarik tentang betapa umumnya harapan bahwa dewa-dewa akan muncul. Dewa-dewa memang muncul dalam mimpi-mimpi. Orang-orang tiap malam jatuh tertidur. Jadi ada kontak antara langit dengan bumi, yang diartikulasikan dalam kebudayaan Romawi dan Yunani tradisional.

Jika anda orang kafir yang hidup di abad pertama, pertama-tama anda akan mempunyai dewa keluarga sendiri, pada siapa anda akan bertanggung-jawab. Semacam pemujaan nenek moyang, atau barangkali jika anda seorang Romawi ningrat. Venus atau salah satu dari dewa-dewa lain, sebagaimana dengan keluarga Julius Caesar, mungkin adalah salah satu nenek moyang pendiri garis keluarga anda. Anda akan mempunyai dewa-dewa kota itu sendiri.  Dan dewa-dewa kota itu, bersama dewa-dewa Kekaisaran, yang akan mengatur waktu anda. Karena dewa-dewa kota dan hari-hari raya kenegaraan memberi anda hari-hari libur. Liburan lima hari adalah pesta dewa ini atau dewi itu. Secara literal, ketika setiap orang berhenti bekerja dan para patron kaya membiayai pesta-pesta.

Ada segala macam agama. Itu luar biasa kaya. Itu tidak beda dari Amerika abad ke-20. Anda mempunyai agama-agama low-tech, seperti magic.  Orang-orang secara rutin pergi ke dukun magic. Jika anda menderita infeksi sinus. Jika anda ingin seseorang jatuh cinta pada anda. Jika anda memasang taruhan dalam pacuan kuda dan sudah tiga kali pacuan terakhir anda kalah taruhan, anda pergi ke seorang profesional. Kita mempunyai buku-buku magic yang seperti buku resep masakan, dan buku-buku itu diindeks dan anda bisa mencari apa yang anda butuhkan, dan si profesional akan membantu anda. Dan jangan lupa, orang-orang Yahudi maupun Kristen juga kebagian warisan magic ini. . . . . .

Itu adalah sebuah dunia spiritual yang berjubelan dengan dewa-dewa dan roh-roh. Ketika anda mendongak ke langit dan menatap bintang-bintang, anda melihat ribuan hero dan . . . . . dan mungkin tempat ke mana roh anda akan mengarah jika anda tahu caranya. Paganisme adalah gado-gado agama pribumi yang kaya milik masyarakat tradisional di kawasan Laut Tengah. Dan bahkan berabad-abad setelah pertobatan Constantine, kita menemukan sumbangan untuk liturgi-liturgi, untuk kultus-kultus misteri, untuk dewa-dewa Greko-Roman dan Mesir yang berbeda-beda. Paganisme jalan terus bahkan setelah pertobatan Constantine.

Holland Lee Hendrix:

President of the Faculty, Union Theological Seminary

SEBUAH SUPERMARKET AGAMA

Di Kekaisaran Roma anda mendapatkan seribu satu pilihan. Itu mirip pergi ke supermarket dan bisa memilih Tuhan sesuai keinginan anda. Dan anda mendapatkannya di berbagai kesempatan dalam hidup anda. Jika anda sakit dan mempunyai akses ke seorang dokter dan mampu membayar  perawatan kesehatan, jelas itu akan anda lakukan, tetapi jika dokternya tidak sukses atau jika anda tidak mempunyai akses ke seorang dokter, maka anda bisa pergi ke salah satu sancturary Asclepius.

Tetapi dewa atau dewi utama anda mungkin Athena—Athena dewinya kota. Dan karena itu anda akan ikut ambil bagian dalam perayaan-perayaan kenegaraan diseputar Athena, yang menjadi pelindung kota.  Jika anda seorang petani, atau bahkan jika bukan, tetapi tergantung pada pertanian, jelaslah Dionysus akan menjadi dewa yang sangat penting, dia yang membuat tanaman-tanaman tumbuh. Dionysus adalah sososk tercinta di Kekaisaran Roma—kita menemukan dia di mana-mana.

Ada sejumlah dewa-dewi yang sangat populer. Di daerah pedesaan Pan sangat populer, dan kita akan menemukan lebih banyak grotto Pan jika di situ ada devosi bagi Pan di semak-semak, kuil-kuil untuk berbagai nymphs dan fenomena hutan. Jelas Artemis adalah dewi yang sangat populer. Kenyataannya, salah satu versi Artemis adalah Artemis Lochia yang menunggui kelahiran bayi, dan kita menemukan dedikasi-dedikasi para wanita yang baru saja melahirkan anak-anak atau yang akan melahirkan anak-anak dengan memohon bantuan Artemis Lochea sementara mereka menjalani persalinan. Anda bisa menemukan aneka macam dewa yang memenuhi aneka kebutuhan orang-orang di jaman itu.

KULTUS DEWA-DEWA MESIR

Dalam bauran dewa-dewa masa itu, adalah penting untuk disadari bahwa orang akan menemukan institusi-institusi dan dewa-dewi yang berasal dari tempat-tempat terpencil. Di jaman Hellenistik, di abad ke-3, ke-2 SEB, sejumlah agama sangat penting yang dulu menonjol di Mesir dan Syria, misalnya, mulai bermigrasi dengan cara-cara yang substansial, dengan cara-cara yang sangat penting, ke seluruh penjuru Kekaisaran Roma. Orang akan menemukan di kota-kota besar kawasan Laut Tengah sebuah kultus dewa-dewa Mesir. Orang akan menemukan kultus dewa-dewa Syria. . . . . Kultus Mesir dan Mithraisme adalah dua dari aliran-aliran keagamaan besar di jaman itu dan yang pasti menghadapkan persaingan yang paling berat bagi Kristianitas.

Kultus-kultus Mesir datang dengan aneka macam varietas, tapi mari kita ambil varietas umum sebagai contoh. Kultus Mesir yang paling umum mungkin akan mencakup Isis sebagai dewi yang sedang naik daun. Isis oleh para pengikutnya dipandang sebagai sangat penuh perhatian. Isi akan merespon anda jika anda dalam kesulitan. Ia akan menjawab doa-doa anda. Reputasi itu ada padanya. Yang tidak begitu dekat dengan orang-orang adalah pasangan Isis, Serapis, lagi-lagi  satu makluk dari periode Hellenistik. Serapis tidak sepopuler Isis—di mata orang-orang. Orang sering menemukan dia sebagai pasangan Isis. Serapis dipandang lebih berjarak, sosok yang seperti Jupiter, seperti Zeus, dan kenyataannya sering ditampilkan dalam ikonografi dengan karakteristik-karakteristik Jupiter dan Zeus.

Kemudian dalam kultus Mesir itu orang akan menemukan Harpocrates, dan ini adalah kreasi khas Holly. Hippocrates dipahami sebagai seorang remaja yang mempunyai hubungan dengan Isis. . . . . Hypocrates bercirikan—dalam ikonografi, dan ini sangat menarik—satu  jari melintang di bibirnya, mengisyaratkan orang-orang agar hening dalam menjalani misteri-misteri kultus Mesir.  Misteri-misteri adalah bagian yang sangat penting dalam agama Mesir dan menjadikannya sangat menarik bagi orang-orang karena orang bisa diperkenalkan dengan sesuatu pengetahuan istimewa dan sesuatu cara yang istimewa dalam memandang ini-itu dan barangkali sebuah janji istimewa tentang hidup sesudah mati. . . . . .

IKONOGRAFI  ISIS

Isis ditampilkan dengan sejumlah cara yang berbeda. Kadang-kadang dalam tampilan gaya Mesir-nya yang lebih bersahaja, dalam tampilan di mana dia meramalkan sesuatu yang akan terjadi, dalam tampilan di mana dia agak statis, tetapi orang juga bisa menemukan dia dalam tampilan-tampilan yang lebih Hellenized yang mengingat orang pada, misalnya, Demeter atau Artemis. Ia mengalami Hellenisasi yang sangat penting. Dan kemudian salah satu representasi terpenting Isis adalah apa yang kita sebut Isis lactan, yaitu Isis yang sedang menyusui, menyusui bayinya. Ini adalah ikonografi yang mungkin berpengaruh besar pada ikonografi awal tentang Maria dan Yesus.

L. Michael White:

Professor of Classics and Director of the Religious Studies Program University of Texas at Austin

HUBUNGAN ANTARA KEHIDUPAN KEAGAMAAN DAN KENEGARAAN DI KEKAISARAN ROMA

Agama di kekaisaran Roma, atau apa yang cenderung kita sebut paganisme, sebenarnya adalah urusan yang bersifat sangat publik. Itu adalah gado-gado kepercayaan pada dewa-dewa tua dari pantheon Yunani dan Romawi. Kisah-kisah yang diceritakan dalam mitologi Yunani. Yang disatukan dengan kebanggaan, penghormatan, dan kewajiban kenegaraan atau kemasyarakatan. Istilah liturgi sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti kewajiban-kewajiban, tugas-tugas para magistrat civic dalam melaksanakan hari-hari raya kota. Anda akan pergi dan melaksanakan liturgi-liturgi anda jika anda walikota,  dan [jabatan] itu mempunyai fungsi sipil yang bersifat publik sekaligus fungsi keagamaan yang saleh. . . . . . Untuk menjadi warga polis, kata yang melahirkan istilah politik. . . . . . Untuk menjadi warga polis adalah untuk menjadi bagian dari ekonomi kehidupan manusia yang terbentang dari bumi ke langit—jadi dalam pandangan mereka tentang dunia ini ada hubungan integral antara dewa-dewa yang disembah di kuil-kuil sepanjang jalan sana dengan tugas para magistrat sipil dalam melaksanakan hukum dan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

MITHRAISME

Di front agama, salah satu pesaing terberat Kristianitas adalah kultus dewa Mithras dari Persia. Nah, yang satu ini, seperti Kristianitas, juga merupakan pendatang baru di kekaisaran Roma. Sebenarnya tidak banyak yang kita dengar tentang kultus Mithras sebelum abad kedua, di waktu yang bersamaan dengan saat Pliny mulai mengakui orang-orang Kristen. Tetapi memasuki abad kedua, ada kapel-kapel Mithras. . . . . kapel-kapel Mithras tersebar di sebagian besar kota-kota besar, khususnya di bagian Barat kekaisaran. Nah, Mithras ini sebenarnya adalah seorang dewa yang kita dengar dari teks-teks keagamaan Hindu dan Zoroaster yang sudah sangat tua.  Jadi nama itu sudah beredar selama berabad-abad, tetapi memasuki abad kedua Era Bersama di dunia Romawi kultus Mithras menjadi sebuah ekspresi baru bagi religiositas Timur dan spiritualitas Timur yang mulai menemukan popularitas besar di kalangan orang-orang Yunani dan khususnya orang-orang Romawi.

Kadang-kadang diperkirakan bahwa Mithraisme sangat populer di kalangan militer, tetapi kita juga tahu bahwa dia juga populer di kalangan para magistrat sipil di kota-kota tertentu. Kepercayaan itu tidak sekedar berjalan kesana-kemari mengikuti legiun-legiun. Nah, Mithraisme adalah kasus yang sangat menarik karena Mithras adalah dewa matahari. Dia diasosiasikan dengan matahari yang maha perkasa dan tak terkalahkan itu, dan sungguh, jika anda memikirkan hal itu, Yesus juga sering dihubungkan dengan sesuatu identitas dewa matahari. Bagaimanapun juga, ia dirayakan pada hari matahari—Sunday. Yesus bangkit dari mati, persis seperti matahari yang muncul di Timur, jadi imajeri matahari yang kita dengar dalam hubungan dengan Mithraisme itu adalah sesuatu yang sangat comparable dengan aspek-aspek tertentu Kristianitas purba.

Selain itu, Mithraisme juga mempraktekkan ritual-ritual inisiasi. Ibaratnya, anda harus dilahirkan dalam kultus itu, dengan menjalani sebuah ritual yang membuat anda menjadi seorang anggota. Mereka rupanya menyelenggarakan jamuan-jamuan komunal dalam kapel-kapel privat mereka yang kecil itu, jadi orang yang sedang berjalan di depan kapel itu mungkin sulit untuk mengetahui apa yang dilakukan di dalam sana, sulit untuk membedakan bangunan kecil di sini adalah tempat orang-orang Mithras berkumpul dan bangunan kecil di sana tempat orang-orang Kristen berkumpul. Mereka banyak menyimpan rahasia. Mereka kecil-kecil. Mereka melakukan hal-hal yang tidak biasa dan orang-orang pada berbisik-bisik tentang mereka, khawatir mengenai apa yang mereka lakukan.

PERJAMUAN KULTIS

Dalam beberapa hal yang menarik, orang-orang Kristen betul-betul klop dalam panorama besar kehidupan sosial dan religius dunia Romawi itu. Nah, kita harus ingat bahwa salah satu ciri terpenting dari praktek Kristen adalah perjamuan komunal, perjamuan Tuhan. Di jaman Paulus, kita harus ingat bahwa orang-orang Kristen secara aktual berkumpul untuk beribadah di seputar meja makan dan ikut ambil bagian  dalam sebuah perjamuan komunal untuk memperingati kematian dan kebangkitan kembali Yesus. Tetapi perjamuan komunal itu juga merupakan satu aspek ritual penting yang mempererat kesatuan anggota-anggota komunitas itu. Perjamuannya sendiri adalah hal yang sangat umum sebagai suatu ritual keagamaan di antara anggota-anggota dunia Romawi.  Pesta-pesta jamuan makan diselenggarakan sepanjang waktu. Pesta-pesta jamuan privat maupun perayaan-perayaan publik, tetapi salah satu aspek yang paling menarik dari perjamuan yang kita temukan itu  adalah apa yang bisa kita sebut perjamuan religius atau perjamuan kultis, atau pesta-pesta klub. Dalam pesta-pesta klub itu hampir selalu ada dewa pelindung yang bisa diharapkan akan mengayomi event  itu.

Kultus Mithras terkenal karena praktek-praktek perjamuannya, tetapi salah satu bentuk perjamuan kultis yang paling menarik yang kita dengar adalah yang ditemukan dalam kultus-kultus Mesir. Kultus Serapis, dewa dari Mesir itu, pasangan Isis. Kita mempunyai undangan-undangan papirus dari dunia Romawi yang menyatakan dewa Serapis mengundang anda untuk menghadiri perjamuan makan di kursi panjangnya. Maksudnya di meja makannya. Di meja makannya pada jam 8 Selasa malam. . . . . Jadi itu begitu menarik karena orang-orang Kristen melakukan hal-hal yang sangat mirip dengan praktek-praktek religius itu, dan kadang-kadang mereka harus bekerja sangat keras untuk menunjukkan diri bahwa mereka beda dari orang-orang kafir itu.

Penulis Kristen Tertullian dari Afrika Utara sekitar tahun 197 bekerja ekstra keras untuk menunjukkan perbedaan itu. Dia mengatakan, “Kami orang-orang Kristen menyelenggarakan jamuan-jamuan, memang, tetapi sebenarnya kami tidak melakukan hal-hal yang tidak lumrah. Kenyataannya, kegiatan kami biasa-biasa saja. Itu nggak seperti orang-orang yang ngikutin dewa Serapis itu. Kenapa? Jika mereka bikin pesta, mereka bahkan sampai manggil barisan pemadam kebakaran segala. Kami nggak seperti itu.” Tetapi hal yang hendak ia tunjukkan malah menunjukkan pada kita bahwa justru itulah yang tampak di mata banyak orang.

ASCLEPIUS, DEWA PENYEMBUH

Ketika orang-orang Kristen bicara tentang “salvation,” kita harus mengerti bagaimana seorang kafir akan menginterpretasikan hal itu. Sebenarnya “salvation” berarti penyembuhan. Kata itu medis, dan kata itu rupanya dipahami sebagai berarti pembebasan dari penyakit dan kematian. Penyembuhan, magic, perawatan-perawatan medis adalah bagian dari tradisi Yesus yang sudah berjalan sejak . . . . sumber-sumber injil perdana, dan itu sampai sekarang tetap menjadi bagian sangat penting dari tradisi Kristen. Salah satu dari gambaran-gambaran paling menonjol dalam semua katakomba adalah Yesus sebagai penyembuh. Yesus sebagai dukun. Ini sebenarnya hal yang teramat penting dalam kebudayaan Romawi, dan jelas kesehatan serta penyakit adalah isu-isu yang sangat penting di mana saja. Seringkali diperkirakan bahwa tingkat mortalitas di antara warga kota-kota Romawi sangat tinggi, bisa mencapai 50 persen dari semua anak yang lahir akhirnya mati dalam usia sampai lima tahun. Jadi kematian dan penyakit ada di mana-mana . . . . . . . .

Salah satu dari dewa-dewa paling populer adalah Asclepius, dewa penyembuh, dan sering disugestikan bahwa Yesus—katakan saja—ditampilkan sebagai seorang Asclepius yang baru atau yang lebih muda.  Asclepius sering digambarkan dengan cara-cara yang sama dengan Zeus, sebagai dewa besar, tua, yang juga mempunyai isteri atau gundik. Namanya Hygeia. Namanya berarti kesehatan dalam bahasa Yunani, jadi pemujaan Asclepius si penyembuh dan pemujaan kesehatan yang dipersonifikasikan oleh isterinya adalah kultus-kultus yang paling menonjol. Sungguh, kalau sekarang kita punya rumah sakit, masyarakat jaman kuno punya kuil Asclepius, dan ada di sejumlah tempat di dunia Yunani dan Romawi. . . . . Kultus Asclepius, persis seperti Kristianitas dan beberapa agama baru yang lain di dunia Greko-Romawi, adalah kultus yang portabel. Anda bisa mendirikan kuil Asclepius di mana saja, di manapun  anda bersedia menyuruh satu kuil dibangun dan anda membiayai pembangunannya.

Lebih lanjut mengenai agama-agama di Kekaisaran Roma, bacalah esei karya Marianne Bonz.

Judul asli: “The Empire’s Religions”

Sumber: http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontline.

Terjemahan: Bern Hidayat, 10 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: