Dalam bulan September 2009 saya membeli sebuah modem, lalu belajar ngenet. Sebelum itu saya menggunakan internet hanya untuk urusan email—di warnet. Ketika bisa ngenet di rumah sendiri saya baru tahu bahwa lewat internet orang bisa melihat dan mendengar dan membaca apa yang orang-orang lain lakukan di tempat-tempat yang jauh. Luar biasa.

Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah para ahli kitab yang menyelidiki Perjanjian Baru dengan menggunakan aneka macam kacamata—arkeologi, antropologi, sosiologi, politik,  mitologi, sastra, filsafat, dsb. Membaca tulisan-tulisan itu membuat bayangan saya mengenai orang-orang Kristen pertama itu menjadi jauh lebih membumi, lebih konkrit. Problem-problem mereka, perasaan-perasaan mereka, lingkungan masyarakat di seputar mereka, semuanya menjadi lebih realistis—seakan-akan kita juga bisa ikut merasakan perasaan mereka. Mereka lalu tampak seperti kita-kita ini juga—nggak seperti malaikat yang sulit dibayangkan itu.

Hal lain yang juga menarik adalah reaksi-reaksi yang menentang tulisan-tulisan di atas. Kebanyakan reaksi menentang itu—yang selanjutnya kita sebut saja “negatif” dalam arti yang berseberangan, bukan dalam arti “jelek”— rupanya berangkat dari dogma atau doktrin agama secara eksklusif. Orang-orang itu rupanya telah membaca tulisan-tulisan di atas, tetapi tidak bisa menerima kesimpulan-kesimpulannya—meskipun hanya berupa “kemungkinan logis”—, atau mungkin tidak bisa menerima metode-metode penelitian dan analisanya (misalnya yang tidak menggunakan Alkitab sebagai dasar verifikasi).

Yang paling menarik, di internet itu juga bermunculan tulisan-tulisan sisi negatif  yang  kadang-kadang sangat emosional. Yang ini rupanya ditulis oleh orang-orang yang hanya membeokan pastur atau pendeta atau dosen yang sangat mereka hormati dan percayai, tetapi tampaknya tanpa membaca tulisan-tulisan para pakar itu sendiri.

Saya tidak tertarik untuk menghakimi mana di antara dua kubu itu yang benar. Saya bukan pakar; pemerhati juga bukan. Tetapi saya tertarik untuk mengurusi kelompok yang ketiga—orang-orang yang mengomentari sesuatu secara negatif, tanpa didasari pengetahuan yang memadai tentang apa yang dikomentari.  Kita tahu kebiasaan seperti ini tidak konstruktif. Hal seperti ini terjadi terutama karena kita miskin pengetahuan. Soal agama kita hanya tahu terutama dari khotbah, dengan dosis setengah jam per minggu, dengan kandungan nutrisi utama berupa norma-norma dan doktrin-doktrin dan propaganda. Kita miskin pengetahuan non-doktrin dan non-norma. Bahkan para penerbit yang ingin menomboki kekurangan gizi ini pada gerundelan karena buku mereka tidak laku. Buku-buku itu tidak laku antara lain karena isinya jarang disentuh dalam khotbah-khotbah.

Saya memutuskan untuk membantu mengisi gentong pengetahuan umum itu dengan jalan menghadirkan tulisan-tulisan para pakar dalam bentuk terjemahan. Materinya sedapat mungkin pendek, sederhana, dengan bahasa populer, dalam bentuk short-paper atau abstrak—menghindari tulisan dengan footnotes nggedabyah seperti gurita. Saya pilih yang simpel-simpel saja tapi menarik. Cita-citanya nanti: semua kubu terwakili—liberal, konservatif, Yudais, dan ateis.  (Istilah itu sendiri artinya apa saya juga tidak tahu persis.) Intinya, saya ingin agar umat Kristen belajar kritis dengan jalan mengenal isi pikiran orang banyak, bukan hanya isi pikiran dan perasaannya sendiri—belajar mengenali bagaimana orang-orang lain memandang diri kita (dan karenanya juga belajar membangun pembenaran kita sendiri, kalau perlu).

Saya mohon anda tidak menghubungi saya dengan tujuan mengajak berpolemik. Saya tidak mampu, dan tidak mau, dan tidak punya waktu, untuk melayani kebutuhan seperti itu. Saya cuma guru bahasa Inggris—bahkan bukan jebolan seminari, bukan teolog, bukan filsuf, atau sosiolog, bukan ahli bahasa kuno. Harap maklum. Jadi hubungi saya hanya jika anda berniat memberikan dukungan semangat, atau sumbangan tulisan.

Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan, “Thank you very max. Merry Christmas.”

Bern Hidayat

Randugowang Jogjakarta, 10 Desember 2009

Email address: bernhidayat@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s